“Banda Aceh Bersolek” Dimulai dari Peunayong

496

Banda Aceh, (Analisa). Sebagai tanda dimulainya program “Banda Aceh Bersolek”, yang telah dicanangkan Walikota Aminullah Usman, Pemko Banda Aceh mengimbau masya­rakat untuk mengecat ulang pertokoan maupun bangunan lainnya yang warnanya sudah kusam.

Pada titik awal pelaksanaan “Banda Aceh Bersolek”, Rabu (4/4) dilakukan gerakan mengecat dari kawasan Peuna­yong yang merupakan “China Town”-nya Banda Aceh. Kegiatan swadaya masya­rakat itu dimulai dari Jalan WR Supratman Peunayong.

Berdasarkan imbauan, seluruh bangun­an di kawasan pusat perdagangan itu dicat dengan warna kuning muda. Setidaknya ada 10 lokasi yang masuk dalam sasaran gerakan “Banda Aceh Bersolek”, namun polesan warnanya berbeda di setiap lokasi.

Pengecatan perdana dilakukan pada salah satu toko di kawasan Peunayong oleh Walikota Aminullah Usman. Sebuah mobil crane PJU pun digunakan walikota untuk mengecat sisi luar dinding toko berlantai dua itu. Turut hadir unsur Forko­pimda dan para pejabat terkait di lingku­ngan Pemko Banda Aceh serta tokoh masyarakat.

Aminullah mengatakan, program ini bertujuan untuk memperindah kota dalam rangka menyongsong sejumlah event besar yang akan berlangsung di Banda Aceh. Pada tahun ini, Banda Aceh menjadi tuan rumah sejumlah event berskala nasional hingga internasional, di antaranya Pekan Kebudayaan Aceh ke-7 dan Muzakarah Ulama Sedunia, termasuk HUT ke-813 Banda Aceh dan HUT ke-73 Keme­derkaan RI.

Kesempatan besar

Event-event tersebut merupakan ke­sem­patan besar untuk memperlihatkan kota yang bersih, rapi dan indah kepada puluhan ribu tamu yang akan datang ke Ko­ta Banda Aceh, sehingga saat mereka pul­ang tentu akan mempromosikan bagai­mana indah­nya suasana Banda Aceh dengan warna-warni pertokoan dan ba­ngunannya.

Karena itu, walikota mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi menyuk­seskan program ini. Warna baru akan mem­beri nuansa baru bagi kota kita dan semakin indah dipandang mata. Tentunya, yang tak kalah penting semakin menarik minat wisatawan dan juga akan memu­dahkan mereka mencari alamat atau suatu lokasi karena warnanya yang seragam. “De­ngan banyaknya wisatawan yang datang, tentu juga akan mendongkrak perekonomian masyarakat kita,” katanya.

Walikota juga mensosialisasikan tema hari jadi Banda Aceh, yakni “I Love Banda Aceh”. Lewat tema ini seluruh masyarakat diajak untuk mencintai Banda Aceh. Jika sudah cinta, tentu akan senantiasa menjaga kebersihan dan keindahannya, termasuk menjaga Syariat Islam-nya.

“Peunayong lokasi pertama yang kita pilih, karena kawasan ini salah satu des­tinasi yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan yang datang ke Banda Aceh. Diharapkandapat menjadi contoh bagi ka­wasan atau jalan lain yang telah ditetapkan sebagai sasaran dalam program ini.

Selain Peunayong, kawasan lain yang disasar dalam program “Banda Aceh Indah dan Beriman” adalah Gampong (desa) Laksana dan Gampong Mulia, Simpang Jambo Tape, Lamdingin, kawasan Masjid Raya, Kampung Baru, Merduati, Seutui, Lamteumen, Ulee Lheue, Lueng Bata, Darussalam dan Lhong Raya. (irn)