Pemko Banda Aceh Komit Tegakan Syariat Islam

168

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh Jumat pagi (20/4/2018) mengeksekusi delapan terpidana pelanggar qanun nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah, di wilayah Kota Banda Aceh.

Kedelapan terpidana itu mendapatkan jumlah cambuk yang berbeda, sesuai dengan pelanggaran yang telah dilakukan. Dua pelaku jarimah khalwat NA dan MR mendapat 12 kali cambuk, pasangan ikhtilat PA, RM 22 kali cambuk, sementara ZH, EM sebanyak 17 kali cambuk dan YA dan RA mendapatkan 12 kali cambuk.

Uqubat cambuk yang dilangsungkan di halaman Masjid Jami’, Lueng Bata, Banda Aceh ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin, Ketua TP PKK Kota Banda Aceh, Hj Nurmiati AR, sejumlah anggota DPRK dan juga Muspika Kecamatan Lueng Bata.

Bukan hanya disaksikan warga sekitar, uqubat cambuk yang dimulai sekitar pukul 10.55 WIB itu juga disaksikan oleh 42 orang turis mancanegara, yang datang menggunakan dua bus wisata, tampak juga diluar perkarangan Masjid dua warga asing menyaksikan prosesi tersebut.

Dalam kata sambutanya, Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs H Zainal Arifin mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh mempunyai komitmen yang kuat dalam hal penegakkan syariat Islam. “Penegakan syariat Islam sangatlah penting, karena dengan tegaknya syariat Islam maka ajaran Islam akan terus eksis, hidup dan semarak, sehingga dengan sendirinya dapat menciptakan suasana dan lingkungan Islami yang gemilang” ujarnya dalam kata sambutan.

“Hukuman cambuk yang kita laksanakan hari ini, hendaknya tidak hanya menjadi hukuman fisik pada pelanggar qanun, tetapi berefek jera kepada pelaku dan ikhtibar bagi kita semua yang menyaksikan,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Zainal juga meminta agar anak-anak yang belum cukup umur untuk tidak menyaksikan prosesi cambuk. “Hal ini terkait dengan upaya kita bersama untuk menjaga psikologis anak yang sedang tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Zainal Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Mahkamah Syar’iyah dan Polresta Banda Aceh serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanan hukuman cambuk bagi pelanggar qanun Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayah.

Pantauan tim redaksi, prosesi cambuk yang berlangsung hingga pukul 11.20 WIB itu berlansung lancar dan aman.