Pergub Nomor 5 2018 , belum Disosialisasikan

221

Banda Aceh – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani mengatakan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 5 Tahun 2018, belum disosialisasi kepada masyarakat, akibatnya terjadi kontroversi ditengah masyarakat.

“kontroversi yang berkembang dalam masyarakat sesuatu yang wajar karena sosialisasi belum dilakukan, persoalan informasi yang sampai ke masyarakat belum utuh,” kata pria yang biasa disapa SAG saat menjadi narasumber pada dialog interaktif di radio Serambi FM 90.2 Mhz, serta direlay oleh radio RPMI 107 FM, Selasa (17/4/2018).

“Pergub nomor 5 tahun 2018 adalah pengaturan lebih teknis terhadap qanun Jinayat, bukan norma  hukum baru yang berbeda sama sekali”, lanjutnya.

“bahwa pemindahan prosesi cambuk yang selama ini dilakukan di depan Masjid ke Lembaga Pemasyarakatan (LP), itu bukanlah tempat tertutup, tetapi disitu ada lapangan dan orang bisa melihat, bisa diakses”, ujarnya pada closing statement dalam talkshow itu.

Sebelumnya Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengeluarkan Pergub Nomor 5 Tahun 2018 tentang Hukum Acara Jinayat. Pergub itu mengatur bahwa tempat pelaksanaan uqubat cambuk dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan (LP), bukan lagi di halaman Masjid.

Pergub ini menuai pro dan kontra dari masyarakat.