Tolak Pergub Cambuk, Ormas Gelar Aksi di Kantor Gubernur Aceh

151

Banda Aceh – Sejumlah massa menggelar aksi di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (19/4/2018). Massa berasal dari berbagai organisasi masyarakat dan mahasiswa dari seluruh Aceh.

Mereka datang ke kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 09.00 WIB, menggunakan kendaraan truk, pick up dan sepeda motor, dengan membawa poster, spanduk dan alat pengeras suara. Bukan hanya laki-laki, namun juga terlihat kaum perempuan yang hadir dalam demo tersebut.

Para pendemo yang didominasi oleh Front Pembela Islam (FPI) itu, menggelar aksi sebagai bentuk penolakan terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 tahun 2018 tentang Hukum Acara Jinayat.

“terapkan syariat Islam secara kaffah di Aceh. Pecat PNS yang terlibat prostitusi, menolak Pergub nomor 5 Tahun 2018 (hukum cambuk di tempat tertutup atau lapas), proses PSK online secara transparan sesuai dengan hukum Qanun Jinayat, dan DPRA harus tegas dalam mengimplementasikan Qanun Jinayah,” kata
koordinator aksi Khairul Rizal dalam orasinya.

Tidak hanya menyampaikan orasi, massa juga menggelar zikir dan doa bersama. Aksi ini mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian dan satpol PP.

Sementara itu hadir dari perwakilan Pemerintah Aceh, Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Saidan Nafi bersama Kabag Humas dan Media Massa, Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Drs. Marwan Jalil.

Sempat terjadi kericuhan pada akhir demo tersebut, ketika massa berupaya mendekati perwakilan Pemerintah Aceh. Dikarenakan massa yang begitu banyak sehingga terjadi aksi saling dorong, kericuhanpun tak bisa terelakkan.

Namun kericuhan itu hanya berlangsung beberapa menit, hingga akhirnya massa membubarkan diri secara tertib dan menggelar aksi damai serupa di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).